Kisah Tragis Penambang Pasir Di Grobogan
Tiga jenazah penambang padas yang tewas tertimbun, akhirnya berhasil ditemukan secara berturut-turut. Mereka adalah Umi Khalifah (20) warga Desa Mrisi RT 5 RW 4, Ikhwan (35) warga Desa Mrisi RT 3 RW 4 dan terakhir Sugimin (30) warga Desa Mrisi RT 8 RW 4. Keempat jenazah tersebut saat ditemukan dalam posisi saling berdekatan dan telah mengeluarkan bau menyengat.
Tim evakuasi sendiri, semula sempat merasa kesulitan saat melihat jenazah perempuan yang belum diketahui identitasnya, lantaran jenazah tersebut dalam posisi tertindih batu padas yang cukup besar. Maka untuk mengevakuasinya, harus dilakukan penggalian yang lebih hati-hati. Selain mengoperasikan alat berat yang telah selesai diperbaiki, penggalian secara manual tetap dilakukan, hingga akhirnya jenazah Umi berhasil diangkat.
“Saat dilakukan penggalian, kondisi korban masih dalam posisi tertindih batu besar. Terutama pada bagian kedua kakinya. Untuk itu, selain mengoperasikan alat berat kita tetap melakukan penggalian secara manual,” jelas salah seorang tim SAR Grobogan, Masrikhan, Senin petang.
Kondisi jenazah saat pertama kali ditemukan sulit dikenali di kedalaman sekitar 5 meter. Belum lagi kondisinya rusak. Terutama pada bagian wajah. Namun akhirnya, setelah sejumlah sanak keluarga dilibatkan untuk mengenali, maka baru diketahui jika jenazah itu Umi Khalifah.
“Beberapa anggota keluarga korban terpaksa turun, guna memastikan identitas korban yang kami temukan. Saat kami angkat, korban mengenakan kerudung berwarna coklat memakai sandal jepit warna hitam. Sama persis pengakuan suami korban, Sholikin saat berpamitan akan pergi menambang,” jelas Masrikhan.
Dalam pengakuannya, Sholikin mengatakan, sebelum musibah tersebut terjadi dirinya sempat bermimpi aneh tentang istrinya, namun sulit untuk menjelaskan. Sehingga dirinya tak menyadari adanya musibah yang merenggut nyawa istrinya itu. Umi sendiri meninggalkan seorang anak perempuan yang masih berusia balita. “Saya menikah dengan dia sejak enam tahun silam. Namun musibah ini telah memisahkan saya dengan dia,” katanya tanpa bisa meneruskan kata-katanya.
Selang tiga puluh menit kemudian, tim SAR kembali menemukan seorang jenazah lagi yang akhirnya diketahui bernama Ikhwan. Jenazah Ikhwan, saat ditemukan lokasinya tidak begitu jauh dari penemuan jenazah Umi. Sama seperti sebelumnya, jenazah Ikhwan semula sempat sulit dikenali. Namun karena, diketahui berpakaian wanita, maka bisa dipastikan identitas jenazah tersebut adalah Ikhwani (35) warga Desa Mrisi RT 3 RW 4. IKhwan saat ditemukan memakai kaus serta bercelana komprang. Di perutnya terlilit selendang yang biasanya untuk menggendong batu-batu padas.
“Yang terakhir adalah jenazah Sugimin (30) warga Desa Mrisi RT 8 RW 4. Jenazah Sugimin posisinya paling dalam. Karena diduga dia yang paling terakhir dalam upaya menyelamatkan diri. Namun keburu tewas lantaran tertimbun batu padas,” jelasnya. Sebelumnya, warga beserta tim SAR sempat melakulan ritual selamatan, memohon petunjuk kepada Tuhan YME guna memudahkan pencarian para korban serta keselamatan para relawan. ritual yang dipimpin modin Kasmadi, menyajikan berbagai sesaji diantaranya jenang ijo, ikan asin, jajan pasar serta nasi tumpeng lengkap dengan sayur-sayuran.
loading...
loading...
Popularity: 2% [?]
Incoming search terms:
Hot Topik:
Comments are closed.





